بسم الله الرحمن الرحيم

Diary BA Maba UHAMKA 2022
Nama saya Muhamad yusuf saya asal Kota Bogor, Desa Cilebut
Barat.Saya mengikuti Baitul Arqom Mahasiswa baru ini di gelombang ke 6 dan
masuk ke kelompok 4 yang dibina oleh kaka tingkat yang Bernama Hafidz N. beliau
adalah mahasiswa dari fakultas tehnik prody informatika,dan sekarang beliau
sedang menjalani semester 5 di UHAMKA.
Sebelum saya menceritakan pengalaman saya di Bam (Baitul
arqom mahasiswa) Baru. Saya akan menjelaskan Pendidikan saya sebelum masuk uhamka,dan
mengapa saya masuk uhamka.
Saya lulusan PONPES Daarul Rahman 1 yg ada di
jagakarsa,pengasuhnya adalah Guru besar K.H Syukran Ma’mun.Jdi disini saya
memang sudah punya pengalaman 6 tahun menginap di asrama,dan nilai kelulusan
saya termasuk sangat baik.Lalu mengapa saya memilih uhamka sebagai Pendidikan
kelanjutan saya? Ya, saya itu sebenarnya sudah niat untuk mendaftarkan diri
dibeasiswa Al qosimia.akan tetapi setelah saya menunggu 1-3 bulan,bahkan sampai
sbmptn ditutup.akhirnya saya ambil alternatif yang lainnya yaitu mengikuti
kakak saya yang sudah kuliah di uhamka 7 semester.
Oke karena masuk uhamka harus melalui ketetapan yang sudah
ditentukan maka,saya pun wajib mengikuti kegiatan Baitul Arqom Mahasiswa
Baru.Adapun yang dimaksud dengan BAM ini adalah kegiatan sehari-hari layaknya
di pondok pesantren.tujuan dari BAM ini sendiri adalah melatih mahasiswa untuk
berdisplin berakhlaq dan beradap.berapa lama saya dan kelompok saya berada
dikampus? Saya dan kelompok saya menginap di FKIP Uhamka selama 3 hari 2 malam.
1.
Hari pertama,tatkala saya
datang dari bogor saya langsung sholat di masjid karena saya blum sholat
subuh.kemudian saya nunggu nunggu kagak jelas disamping masjid Bersama kelompok
3.Disitu saya bingung kan saya ada 1 kelompok ada 12 perempuan dan 12 laki
laki.tpi kenapa yang Nampak itu cuman ceweknya doang? Tpi yaudahlah saya
diarahkan untuk kelapangan disitu baru ketemu 1 kawan saya 1 kelompok dengan
saya yang Namanya Uche. Kita disuruh bikin barisan perkelompok yang mana
bertujuan mungkin untuk saling mengena,mengingat kita cuman chatingan di
wa.stelah drama yg cukup Panjang kita ditanya-tanya perlengkapan,Riwayat
penyakit,dan udah sarapan atau belum.pokoknya dah kayak artis artis.kemudian
kami diarahkan menuju aula yang terletak di lantai 6,dan disitulah rintanga
pertama datang yaitu naik anak tangga dari lantai 1-6.wow sangat luar biasa.
Kelompok kami ditaruh paling depan
disebelah kanan.kami lihat aula yang sudah didekor itu sangat luar biasa bagus
ada 2 monitor yang bisa touchscreen kemudian di panggung ada 1 deret meja dan 4
kursi dibelakangnya terdapat monitor jauh lebih besar dari yang 2 tdi.
Acara pun dimulai.disitu ada salah satu
dosen/professor yang saya lupa Namanya memberi tahu bahwasannya di kegiatan
Baitul arqom ini dapat apa? Apa cuman
ikut-ikutan saja?
Nah dari kalimat itulah saya berusaha yang
terbaik agar lulus dari Baitul arqom dan bisa menyenangkan ibu saya. Oke
,setelah sekian lama mendegar sambutan Panjang lebar dari dosen dan kaka
tingkat.Akhirnya kami diarahkan menuju ruangan yang disebut dengan kelas. Sebelum
adanya presentasi dari dosen ataupun kegiatan yang lain,diawali dengan
perkenalan,diskusi,dll.
1.
Di hari ke-2 saya di Baitul
arqom.saya bangun pagi mandi dulu sebelum ke masjid untuk sholat tahajud
(diam-diam).lalu baru berangkat ke masjid.Di masjid kita sholat,dengerin kultum
yang bagus-bagus sangat berbobot,dan sholat subuh bareng bareng.Kemudian
dilanjut dengan senam sarapan dan langsung kekelas.kami mengerjakan banyak
tugas seperti persiapan persentasi.lennong mars Muhammadiyah.dilanjutkan dengan
tes baca al-quran, sholat dan ibadah pada umumnya.lalu persentasi dosen kepada
mahasiswa baru di kelas dan di masjid hingga waktu asar.Dan diwaktu asar mulai
perlombaan yaitu semacam persentasi.Dari setiap kelompok harus ada yang
mengeluarkan pertanyaan tentang materi yang dibawa oleh kelompok sebelumnya.
2.
Tatkala matahari terbenam
dan adzan mulai berkumandang datanglah waktu istirahat yang Panjang.Kelompok
kami menggunakan waktu itu untuk sholat Latihan lennong dan mars Muhammadiyah.hingga
waktu pentas senipun tiba.ya sebenarnya saya sudah sangat mengantuk dan tidak
kebagian apapun dalam pentas seni.Jadi bisa dibilang waktu itu saya sangatlah bosan,jenuh,dan
ngantuk,hingga beberapa kali ketiduran.setelah penampilan yang banyak,Panjang,dan
terkadang kagak jelas,akhirnyapun acara selesai.hatiku gembira tatkala kating
menyuruh MABA untuk Kembali keasrama masing-masing.Tapi ada pengecualian.orang-orang
yang tercantum Namanya tidak boleh meninggalkan tempat.dan disuruh berdiri
dibelakang. Ya, saya pikir saya melakukan kesalahan, jadi saya ikuti dengan
sepenuh hati,dan juga saya sadar diri bahwasannya,diacara pentas seni saya ketiduran
beberapa kali, padahal saya duduk paling depan.setelah semua sepi, yang tersisa
hanya kami yang terpanggil kami mengikuti Kating menuju kearah lift. Ya, wow
lift.kami dibawa keruangan yang Namanya kalua tidak salah ruang sidang.kami
disuruh duduk sesuai uratan yang sudah ditentukan.Dan wah kami di prank.Dibentak
ditanya kesalahannya apa?,disuruh pulang,bahkan ada yang sampai nangis.it’s the
best experience.Singkat cerita kami diberikan pertanyaan acak seputar materi
yang sudah dibahas selama masa Baitul Arqom.Ya katanya sih itu seleksi untuk
pemilihan peserta BAM terbaik. Ya, karna saya merasa paling juga gak akan
menang saya jawab yang saya tahu saja.
3. Okeh di hari terakhir setelah saya dan kawan saya kultum,sholat tahajjud, subuh, kemudian kultim lagi. Akhirnya pun datanglah waktu acara penutupan Baitul Arqom Mahasiswa Baru. Dan entah mengapa,saya justru dipilih sebagai peserta mahasiswa terbaik di gelombanganya.Padahal saya gak terlalu pinter,aktif banget pun tidak,bahkan saya sempat tertidur tatkala dosen sedang persentasi. Pada intinya saya merasa tidak pantas menjadi pesrta terbaik. Tapi saya dapat pengalaman yang baik yaitu dapat dikenal oleh dosen-dosen terkemuka.
Ya sesudah saya turun saya dapat apresiasi yang cukup baik menurut saya dari teman-teman saya di gelombang 6 ini. Dan saya pun juga tidak lupa untuk bertanya kepada kaka tingkat saya.yaitu adalah;apakah pembukaan saya yang saya bawa tadi bertentangan dengan Muhammadiyah? Ya alhamdulillah katanya tidak. Sebenarnya persiapan untuk kesan-kesan dan pesan itu sangat minim karena waktu yang begitu singkat dan saya pun grogi untuk berbicara di depan dosen(sebenarnya disampingnya sih). Maka tatkala saya menyampaikannya saya rasa say aitu tidak ngomong akan tetapi, saya merasa saya itu sedang kumur-kumur.Kaki saya gemeteran suara saya bergidik , kaku tidak berani menatap audience yang ada disekitar saya.Bahkan yang lebih parahnya lagi yang saya sampaikan di sesi pesan itu ada yang kurang yaitu persiapan untuk mencari ilmu adalah uang.karna tanpa uang,tanpa ongkos maka kita tidak bisa menuntut ilmu. Mengapa demikian karna yang Namanya guru itu butuh makan,karna yang Namanya ke tempat pelajaran itu butuh yang Namanya ongkos,bayar bensin bagi yang naik motor dan mobil, butuh uang receh untuk membayar angkot, butuh saldo kereta bagi yang naik kereta.Tapi yang Namanya nasi sudah jadi bubur ya,sudahlah.
Oke mungkin kurang lebihnya mohon maaf dan
terima kasih.

